SAMPIT – Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, secara resmi menyalurkan bantuan kemasyarakatan dari Presiden Republik Indonesia kepada lebih dari 200.000 Kepala Keluarga (KK) penerima manfaat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim)
“Kami menyampaikan bantuan dari Bapak Presiden kepada 200.000 KK lebih penerima manfaat. Ini bantuan yang sangat banyak sekali, dalam acara belum pernah ada bantuan Presiden sebanyak ini khususnya di Kalimantan Tengah,” ujar Agustiar, Senin, 16 Maret 2026.
Selain bantuan materiil, kegiatan tersebut juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga.
Agustiar menjelaskan bahwa fasilitas ini merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi kepala negara.
“Begitu juga dengan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan, itu juga sesuai perintah Bapak Presiden agar masyarakat kita bisa melakukan pemeriksaan secara kreatif dan bisa tetap dalam keadaan sehat,” tambahnya.
Di sisi lain, Gubernur mengungkapkan tantangan fiskal yang dihadapi daerah akibat kebijakan anggaran dari pusat.
“Anggaran Kalimantan Tengah ini dipotong hampir 5 triliun dari pemerintah pusat, namun tentunya untuk program-program kesejahteraan masyarakat tetap kita upayakan untuk dijalankan, termasuk penyaluran bantuan dari kartu Huma Betang Sejahtera ini,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi juga memastikan keberlanjutan dukungan di sektor lain bagi warga yang membutuhkan. Menurut Agustiar, bantuan tersebut meliputi berbagai aspek krusial.
“Ada juga bantuan pendidikan serta bantuan lainnya dan tentunya diberikan kepada masyarakat yang memang membutuhkan dan sesuai dengan regulasi,” jelasnya mengenai transparansi penyaluran bantuan tersebut.
Momen menarik terjadi dalam penyelenggaraan pasar murah yang sebelumnya telah disubsidi oleh pemerintah daerah.
Untuk meringankan beban warga, Gubernur mengambil kebijakan khusus secara mendadak.
“Dan khusus untuk pembagian sembako atau pasar murah yang sebelumnya sudah disubsidi sehingga masyarakat hanya menebus 10.000 saja, untuk hari ini saya gratiskan,” seru Agustiar yang disambut antusias oleh warga.
Sebagai langkah pengawasan agar program tepat sasaran, Gubernur meminta partisipasi aktif masyarakat dalam melakukan validasi data di lapangan.
“Untuk penerima kartu Huma Betang Sejahtera, jika ada masyarakat yang menemukan penerimanya termasuk orang mampu, memiliki mobil atau memiliki emas banyak, silakan laporkan. Nanti akan kita verifikasi dan validasi, kartunya akan kita ambil dan kita serahkan kepada masyarakat yang memang membutuhkan,” pungkasnya.
(SD/Erakalteng.com)


























