SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, secara tegas menginstruksikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk mengoptimalkan peran Perusahaan Besar Swasta (PBS) dalam penyediaan bantuan beras. Hal ini ditekankan guna membantu masyarakat kurang mampu dan panti asuhan dalam menghadapi bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Halikinnor menilai potensi dukungan dari sektor swasta di Kotim sangat besar, mengingat banyaknya perusahaan perkebunan, pertambangan, hingga perbankan yang beroperasi. Ia yakin perusahaan-perusahaan tersebut bersedia berkontribusi jika dikomunikasikan dengan baik, terutama di bulan penuh berkah yang identik dengan semangat berbagi.
“Saya minta ini menjadi perhatian OPD terkait. Kita punya banyak perusahaan besar swasta, tinggal diminta 100 kilogram per perusahaan, saya yakin mereka mau membantu,” ujar Halikinnor, Kamis, 26 Februari 2026.
Ia menekankan bahwa dana tanggung jawab sosial (CSR) perusahaan harusnya bisa diarahkan untuk kebutuhan mendesak masyarakat.
Langkah ini diambil setelah ia mengevaluasi penyaluran bantuan beras dari pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian yang dinilai masih terbatas. Saat ini, bantuan yang terkumpul baru mencapai 150 kilogram yang dibagi untuk tiga panti asuhan, yakni Annida Qolbu, Bahagia, dan Putra Borneo.
Bupati meminta OPD agar lebih proaktif menjalin komunikasi dengan manajemen perusahaan sebelum pembukaan Pasar Ramadhan. Ia menyarankan agar pemerintah daerah segera menyurati PBS dengan permintaan minimal 100 kilogram beras per perusahaan guna memperkuat stok bantuan daerah.
Halikinnor bahkan menyatakan kesiapannya untuk turun tangan langsung jika ada perusahaan yang enggan bekerja sama.
“Koordinasi yang baik adalah kunci, karena jika dilakukan secara kolektif, pengumpulan bantuan hingga beberapa ton beras bukan hal yang mustahil untuk diwujudkan,” jelasnya.
(SD/Erakalteng.com)



























