SAMPIT – Sampit Expo 2026 akan digelar di Stadion 29 November sebagai motor penggerak ekonomi kreatif di Kotawaringin Timur.
Fokus utama dari kegiatan ini adalah memberikan ruang seluas-luasnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mempromosikan produk unggulan mereka.
Panitia penyelenggara telah menyiapkan total sekitar 140 stand untuk menampung para peserta.
“Pembagiannya mencakup 35 stand UMKM di area dalam stadion, 30 stand UMKM di lapangan mini outdoor, serta 60 stand khusus untuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi terkait,” ujar Rahmat Noor selaku EO penyelenggara, Senin, 5 Januari 2026.
Dirinya mengungkapan, untuk Peserta pameran didominasi oleh pelaku usaha lokal Kotim, meski penyelenggara juga memberikan ruang bagi peserta dari luar daerah.
Kehadiran berbagai pihak ini juga didukung oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) yang turut bersinergi dalam mensukseskan kegiatan tersebut.
Untuk menjaga kenyamanan pengunjung yang diprediksi akan membeludak, panitia melakukan peningkatan fasilitas fisik.
“Salah satu yang menjadi perhatian adalah penambahan 10 unit toilet portable di sekitar area stadion guna melengkapi fasilitas sanitasi yang sudah ada,”tambah Rahmat.
Acara ini juga rencananya akan dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, mulai dari Gubernur Kalimantan Tengah hingga jajaran Forkopimda seperti Kapolda, Pangdam, dan Danrem. Kehadiran para tokoh ini diharapkan dapat memberikan dukungan moril bagi para perajin dan pengusaha lokal.
Rahmat Noor selaku EO penyelenggara menegaskan bahwa tujuan akhir dari Sampit Expo 2026 adalah peningkatan ekonomi kerakyatan.
“Kami berharap produk kerajinan dan UMKM Kotim semakin dikenal luas sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha di wilayah kotim,” pungkasnya.
(Sd/Erakalteng.com)



























