SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) menggelar aksi nyata mendukung kedaulatan pangan nasional.
Mewakili Kepala Dinas, Sekretaris DPKP Kotim, Permata Fitri, menghadiri kegiatan gerakan tanam padi serentak yang dipusatkan di lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) Km 15, Sampit.
Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan tanam serentak se-Indonesia yang berpusat di Tanah Laut, Kalimantan Selatan.
“Dilaksanakan tanam serentak se-Indonesia yang dipusatkan di Kalsel untuk 10 ribu hektare, tapi diwakili oleh Kalimantan Tengah hari ini sebanyak 5.000 hektare, dan Kotim mewakili sebesar 284 hektare,” ujar perwakilan tim kerja dalam sambutannya, Kamis, 9 April 2026.
Langkah ini diambil sebagai bentuk partisipasi daerah dalam program Luas Tambah Tanam (LTT) yang dicanangkan Pemerintah Republik Indonesia.
Program tersebut bertujuan untuk mempercepat pencapaian swasembada pangan berkelanjutan di tengah tantangan global dengan mengoptimalkan lahan-lahan potensial di daerah.
Khusus untuk lokasi di Km 15, lahan kelompok tani setempat memiliki total luas sekitar 35 hektare. Namun, untuk tahap awal yang dilaksanakan bertepatan dengan gerakan serentak ini, terdapat 5 hektare lahan yang dinyatakan sudah siap sepenuhnya untuk ditanami bibit padi unggul.
Pemerintah daerah optimistis angka ini akan terus bertambah seiring berjalannya waktu.
“Ini akan terus berlanjut, kelompok tani ini akan siap dan diikuti oleh kelompok tani lain yang ada di Kotim, namun totalnya tetap 284 hektare untuk tanggal 9 April ini,” tambahnya lagi.
Secara keseluruhan, Kabupaten Kotawaringin Timur mematok target ambisius pada periode bulan ini.
“Pada periode April ini kita punya target 834 hektare untuk Kotim. Jadi hari ini diwakili oleh lahan CSR saja seluas 284 hektare,” pungkasnya menutup laporan target tanam tersebut.
(SD/Erakalteng.com)


























