SAMPIT – Pemerintah Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), resmi menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Kegiatan strategis ini dilaksanakan di aula kantor kecamatan setempat pada Rabu, 4 Februari 2026, guna menjaring aspirasi masyarakat untuk tahun anggaran mendatang.
Acara ini berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan penting. Tampak hadir Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kotim, para Anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) II Kotim, serta perwakilan dari berbagai dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kotim untuk memberikan arahan teknis.
Camat Baamang, Sufiansyah, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil diskusi dalam Musrenbang tersebut, kebutuhan yang disampaikan masyarakat sangat beragam.
“Dari hasil Musrenbang menunjukkan kebutuhan masyarakat cukup beragam. Di Sapras yang paling banyak diusulkan, terutama Desa Tinduk,” ujar Sufiansyah.
Salah satu perhatian utama dalam usulan tahun ini berasal dari Desa Tinduk terkait aksesibilitas wilayah.
Sufiansyah menjelaskan bahwa infrastruktur jalan di desa tersebut masih memerlukan perhatian serius dari pemerintah daerah.
“Dari Desa Tinduk masih ada akses jalan yang belum tembus, itu menjadi prioritas,” tambahnya menjelaskan urgensi pembangunan tersebut.
Selain akses jalan desa, masalah drainase di wilayah perkotaan Baamang juga menjadi sorotan tajam dalam rapat tersebut.
“Selain itu masyarakat juga minta pemeliharaan drainase di jalan Walter Condrat, Kenan Sandan dan Muchran Ali,” katanya.
Kekhawatiran warga terhadap sistem drainase tersebut didasari oleh fenomena genangan air yang kerap melanda pemukiman.
“Karena genangan air kerap terjadi saat curah hujan tinggi dan pasang sungai,” tutupnya.
(Sd/Erakalteng.com)




























