SAMPIT – Kondisi gelap gulita di kawasan Ikon Jelawat Sampit sempat menjadi sorotan tajam masyarakat setempat dalam beberapa waktu terakhir.
Sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), padamnya fasilitas penerangan di lokasi tersebut dinilai sangat mengganggu kenyamanan pengunjung yang ingin menikmati suasana sungai di malam hari.
Merespons keluhan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kotim melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DiskopUKMPerindag) segera mengambil langkah cepat.
Plt Kepala DiskopUKMPerindag Kotim, Muslih, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan warga sejak dua hari sebelum hari raya Idulfitri dan langsung melakukan peninjauan ke lokasi.
Muslih menjelaskan bahwa proses perbaikan sempat menemui kendala teknis terkait ketersediaan tenaga ahl
Hingga hari ini, upaya pemulihan penerangan di sekitar Ikon Jelawat menunjukkan perkembangan positif.
Sebagian besar lampu di area publik tersebut sudah mulai menyala kembali, meski Muslih mengakui bahwa proses perbaikan belum mencapai angka 100 persen karena masih ada beberapa komponen yang menunggu penggantian.
Menurut penuturan Muslih, titik fokus perbaikan saat ini tertuju pada area utama patung jelawat.
Saat ini masih terdapat tiga lampu sorot yang mengelilingi ikon kebanggaan warga Sampit tersebut yang belum berfungsi maksimal.
Hal ini disebabkan oleh proses pengadaan barang yang masih berjalan untuk mengganti unit lampu yang rusak. Pemerintah daerah berharap sisa perbaikan ini dapat rampung dalam waktu dekat agar estetika Ikon Jelawat kembali pulih sepenuhnya.
“Lampu tambahannya masih kami pesan. Mudah-mudahan dalam minggu ini barangnya sudah datang dan bisa segera terpasang semuanya,” pungkas Muslih.
(SD/Erakalteng.com)




























