SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berupaya memperluas jangkauan bantuan pangan selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah. Bupati Kotim, Halikinnor, menargetkan agar bantuan beras tidak hanya menyasar panti asuhan, tetapi juga warga kurang mampu, janda miskin, hingga pekerja berpenghasilan rendah di wilayah tersebut.
Rencana perluasan bantuan ini muncul sebagai upaya meringankan beban ekonomi warga selama menjalankan ibadah puasa.
Halikinnor berpendapat bahwa bantuan sekitar 20 hingga 25 kilogram beras per kepala keluarga akan sangat berarti bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu dan energi selama bulan suci.
“Bulan puasa tidak sama seperti bulan biasa. Waktu dan tenaga terbatas. Dengan adanya bantuan beras, mereka tidak perlu khawatir memenuhi kebutuhan makan. Itulah makna berbagi di bulan penuh rahmat,” ungkap Halikinnor, Kamis, 26 Februari.
Ia berharap bantuan ini dapat memberikan ketenangan batin bagi warga saat beribadah.
Untuk merealisasikan target tersebut, Bupati mendorong pemanfaatan dana sosial dari berbagai perusahaan swasta di sektor perkebunan dan pertambangan.
Menurutnya, jika setiap perusahaan berkontribusi minimal 100 kilogram, maka volume beras yang terkumpul akan cukup besar untuk dibagikan secara merata kepada masyarakat yang membutuhkan.
Sebagai tahap awal, pemerintah daerah bekerja sama dengan mitra distributor PT Brasma Bersama telah menyalurkan bantuan ke Panti Asuhan Annida Qolbu, Bahagia, dan Putra Borneo.
Namun, Halikinnor menegaskan jumlah tersebut masih harus ditingkatkan melalui kolaborasi lintas sektor yang lebih masif.
“Ke depannya, koordinasi yang lebih terstruktur antara pemerintah dan pemilik perusahaan diharapkan mampu menciptakan jaring pengaman sosial yang lebih kuat. Kita meyakini bahwa dengan sikap proaktif dari aparaturnya, kepedulian sosial dari pihak swasta dapat tergali maksimal demi kesejahteraan warga Kotim,” tutupnya.
(Sd/Erakalteng.com)



























