SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Kesehatan terus berupaya meningkatkan standar keamanan pangan bagi pelaku usaha lokal.
Sekretaris Daerah Kotim, Umar Kaderi, menyatakan bahwa pemerintah secara rutin menyelenggarakan Penyuluhan Keamanan Pangan secara berkala.
“Program ini menargetkan para pelaku UMKM untuk diberikan edukasi mendalam mengenai standar produksi yang sehat.
Tujuan utama dari penyuluhan ini adalah mempermudah pelaku usaha dalam mendapatkan legalitas produk”, ujarnya, Rabu, 8 April 2026.
Umar Kaderi menjelaskan, bahwa kepemilikan nomor registrasi dari BPOM sangat penting agar produk UMKM dapat diterima dengan baik di pasar yang lebih luas.
“Begitu ada nomor register dari BPOM, maka pemasaran UMKM akan bisa diterima dengan baik dan masyarakat yakin bahwa produk mereka bagus”, jelasnya.
Aspek kepercayaan konsumen menjadi poin yang sangat ditekankan oleh dirinya.
“Dengan adanya izin resmi, masyarakat tidak akan ragu lagi mengenai kualitas serta kebersihan produk yang dikonsumsi”, ungkapnya.
Diirnya menjamin bahwa melalui proses ini, produk-produk lokal Kotim akan terbukti “halal, bersih, dan memiliki izin,” sehingga meningkatkan daya saing UMKM di mata publik.
Terkait pembiayaan program, dirinya memastikan bahwa para peserta tidak perlu mengeluarkan biaya pribadi untuk mengikuti pelatihan ini. Hal ini dikarenakan seluruh anggaran berasal dari Dana Alokasi Khusus non-fisik yang dikelola secara rutin.
“Pendaftaran gratis, pelatihan gratis,” ungkapnya saat menjelaskan skema pendanaan yang telah disiapkan pemerintah untuk membantu para pengusaha kecil.
Tidak hanya sekadar pelatihan cuma-cuma, pemerintah juga memberikan fasilitas tambahan bagi para peserta penyuluhan.
Dirinya merincikan bahwa setiap pelaku UMKM yang mengikuti kegiatan akan mendapatkan perhatian penuh dari tim kesehatan.
“Mereka diberi uang saku, mereka diberi makan dan snack. Kami benar-benar memberikan yang terbaiklah untuk UMKM supaya bisa berkembang,” tuturnya.
Melalui pelayanan maksimal ini, diharapkan standar kesehatan produk lokal di Kotim dapat terus meningkat.
Dirinya optimis bahwa dukungan berupa penyuluhan keamanan pangan ini akan menjadi pondasi bagi UMKM untuk berkembang dan mandiri secara ekonomi. Program ini pun menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam melindungi konsumen sekaligus memberdayakan produsen lokal di wilayah Kotim.
(SD/Erakalteng.com)


























