SAMPIT – Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Irawati, memimpin inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah toko dan ritel modern di Kota Sampit.
Langkah ini diambil guna menjamin keamanan konsumsi pangan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Sekarang saya melakukan sidak pangan, khususnya pangan olahan yang tanpa izin edar, barang-barang yang kedaluwarsa maupun yang rusak,” ujar Irawati, Jumat, 13 Maret 2026.
Dalam pantauannya, Irawati menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin pemerintah daerah setiap memasuki momentum hari besar keagamaan.
Tim gabungan menyisir rak-rak pajangan untuk mendeteksi pangan olahan yang tidak memenuhi standar keamanan.
Menurutnya, perlindungan konsumen menjadi prioritas utama agar warga dapat berbelanja dengan rasa tenang tanpa khawatir akan kualitas barang yang mereka beli.
Hasil dari pemeriksaan tersebut menunjukkan masih adanya sejumlah temuan di lapangan yang perlu ditindaklanjuti.
“Kita menemukan ada beberapa barang yang rusak dan juga ada beberapa barang yang batas waktunya kadaluwarsanya tinggal tiga bulan,” jelasnya.
Temuan ini langsung mendapat perhatian serius agar pihak pengelola ritel segera menarik produk tersebut dari peredaran sebelum terbeli oleh konsumen.
Selain produk satuan, pengawasan ketat juga menyasar paket parsel yang mulai marak diperjualbelikan jelang Lebaran. Pemerintah menetapkan standar khusus bagi pengusaha parsel, yakni seluruh produk di dalamnya wajib memiliki masa kedaluwarsa yang cukup panjang.
“Kalau ada produk di dalam parsel yang masa kedaluwarsanya di bawah enam bulan, kita minta untuk tidak dijual ke konsumen,” tegas Irawati.
Guna memastikan kepatuhan para pedagang, pengawasan tidak akan berhenti pada sidak ini saja namun akan terus berlanjut.
“Dinas terkait juga setiap hari menurunkan staf untuk melihat apakah barang yang sudah kita minta disimpan itu dijual kembali atau tidak,” katanya.
Langkah ini bertujuan untuk memverifikasi apakah barang-barang yang tidak layak tersebut benar-benar telah ditarik dari rak pajangan.
Sebagai penutup, Irawati mengingatkan para pelaku usaha agar lebih selektif dan tidak hanya mengejar keuntungan semata. Ia menekankan pentingnya pengecekan mandiri terhadap barang titipan, baik dari UMKM maupun pemasok luar.
“Tolong lebih selektif dalam menjual barang, jangan hanya mencari keuntungan. Lihat betul produk yang dijual karena ini menyangkut keselamatan konsumen,” pungkasnya.
(Sd/Erakalteng.com)




























