SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) resmi memulai rangkaian seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2026.
Ketua Panitia Pelaksana Paskibraka Kotim Umar Kaderi melalui Sekretaris Kesbangpol Kotim, Eddy Hidayat menyampaikan bahwa proses seleksi ini tersebar di beberapa titik strategis, mulai dari Gedung Serbaguna Sampit hingga Lapangan Yonif Raider 631 Antang.
“Pagi hari ini kita memulai seleksi Pembinaan Ideologi Pancasila dan seleksi Intelegensia Umum bagi calon Paskibraka Kabupaten Kotawaringin Timur tahun 2026,” ujar Eddy saat menyampaikan laporan panitia, Senin, 30 Maret 2026.
Program Paskibraka ini dirancang bukan sekadar untuk baris-berbaris, melainkan sebagai wadah kaderisasi calon pemimpin bangsa yang berkarakter Pancasila.
Eddy menekankan bahwa melalui pembinaan kepemimpinan, kedisiplinan, dan wawasan kebangsaan, para peserta diharapkan mampu menumbuhkan jiwa nasionalisme yang kuat.
“Program ini tidak hanya menyiapkan petugas pengibar bendera, tetapi juga bertujuan membentuk karakter generasi muda yang disiplin, memiliki jiwa nasionalisme, serta membekali peserta dengan keterampilan yang berguna bagi masa depan,” jelasnya.
Seluruh proses seleksi dijalankan dengan standar ketat sesuai regulasi terbaru dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Pusat, termasuk Peraturan BPIP Nomor 5 Tahun 2023. Formasi yang disiapkan mencakup Pasukan 45, Pasukan 17, dan Pasukan 8 yang dipilih melalui proses yang sangat kompetitif.
Panitia memastikan bahwa landasan hukum kegiatan ini telah diperkuat melalui Keputusan Bupati Kotim serta dukungan anggaran dari Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kotim tahun anggaran 2026.
Rangkaian seleksi ini sejatinya telah dimulai sejak tahap sosialisasi pada Februari lalu, yang dilanjutkan dengan pendaftaran daring dan seleksi administrasi.
Setelah tes ideologi hari ini, para peserta akan menghadapi serangkaian ujian fisik dan mental yang padat, meliputi pemeriksaan kesehatan pada 31 Maret, seleksi Peraturan Baris Berbaris (PBB) pada 1 April, hingga tes kesamaptaan di markas Yonif Raider 631 Antang pada 2 April mendatang.
“Rangkaian pembentukan Paskibraka dimulai sejak tahap sosialisasi dan pengumuman pendaftaran pada 11 Februari 2026 melalui laman resmi BPIP,” tambah Eddy.
Peserta seleksi tahun ini berasal dari berbagai SMA, SMK, dan MA yang tersebar di wilayah Kotim, termasuk sekolah di lingkungan pondok pesantren dan kawasan perkebunan kelapa sawit.
Meski antusiasme cukup tinggi, tercatat masih ada beberapa wilayah seperti Kecamatan Teluk Sampit, Cempaga Hulu, Tualan Hulu, dan Bukit Santuai yang belum mengirimkan perwakilannya.
Seluruh rangkaian tes akan ditutup dengan pemeriksaan kepribadian dan Medical Check Up di RSUD dr. Murjani sebelum hasil akhir diumumkan secara resmi pada 11 April 2026.
Semangat tinggi ditunjukkan oleh para peserta, salah satunya Alya Restiana dari SMAN 3 Sampit. Ia mengaku telah melakukan persiapan matang, mulai dari latihan fisik intensif hingga pendalaman materi wawasan kebangsaan.
“Motivasi saya mengikuti kegiatan seleksi Paskibraka tahun 2026 ini untuk mengembangkan potensi diri, meningkatkan nasionalisme, tanggung jawab serta membanggakan orang tua dan sekolah,” ungkapnya. Alya berharap dapat lolos seluruh tahapan agar bisa berkontribusi langsung dalam pengibaran Bendera Merah Putih pada Agustus mendatang.
(SD/Erakalteng.com)




























