SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar rapat koordinasi akhir tahun di Rumah Jabatan Bupati pada Selasa, 30 Desember 2025.
Pertemuan strategis ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kotim, Irawati, guna mengevaluasi kinerja pembangunan serta memastikan keselarasan program pemerintah di penghujung tahun anggaran yang sedang berjalan.
Dalam kesempatan tersebut, Irawati memaparkan capaian serta target indikator ekonomi makro yang tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kotim 2025.
Beberapa poin utama yang menjadi sorotan antara lain target pertumbuhan ekonomi sebesar 4,68 persen dan upaya menjaga inflasi di kisaran 2 hingga 4 persen. Pemerintah juga membidik pendapatan regional perkapita di angka Rp 61,08 juta.
Selain pertumbuhan ekonomi, Pemerintah Kabupaten Kotim juga memberikan perhatian besar pada sektor kesejahteraan sosial. Berdasarkan data RKPD, angka kemiskinan ditargetkan turun menjadi 4,84 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka diupayakan berada di kisaran 4,86 persen. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) diharapkan dapat melampaui angka 74,35 persen sebagai bukti peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Irawati menegaskan bahwa seluruh target ekonomi makro tersebut bukan sekadar angka, melainkan parameter krusial bagi pemerintah daerah.
“Data ini akan menjadi acuan utama dalam merumuskan berbagai kebijakan serta rencana aksi pembangunan di masa mendatang. Langkah ini diambil agar pemerintah mampu menjawab berbagai tantangan, hambatan, serta dinamika pembangunan yang diprediksi muncul pada tahun 2026,” jelasnya.
Lanjutnya,emasuki rencana kerja tahun 2026, Kabupaten Kotim akan memfokuskan arah kebijakan pada dukungan terhadap program prioritas nasional.
“Fokus utama meliputi penguatan ketahanan pangan, peningkatan mutu pendidikan, dan kualitas layanan kesehatan. Selain itu, pembangunan ekonomi akan disinergikan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pengembangan Koperasi Merah Putih,” katanya.
Wakil Bupati menekankan bahwa alokasi anggaran dalam APBD 2026 akan diarahkan secara efektif pada program-program prioritas lainnya.
“Pemerintah berharap setiap rupiah yang dibelanjakan dapat memberikan dampak pembangunan yang optimal dan nyata bagi masyarakat luas, seiring dengan upaya pemulihan dan peningkatan stabilitas ekonomi daerah,” tutupnya.
(Sd/Erakalteng.com)



























