Dapatkan Informasi dan Berita Seputar Kalimantan Tengah Terkini hanya di eraKalteng.com

Gubernur Kalteng Diminta Tepati Janji Bangun RSUD Provinsi di DAS Barito

PALANGKA RAYA – Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Ampera A.Y. Mebas, menyoroti soal janji pembangunan rumah sakit umum daerah (RSUD) tingkat provinsi di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito yang tak kunjung diwujudkan hingga akhir masa jabatan Gubernur Sugianto Sabran.

Ampera, yang pernah menjabat sebagai Bupati Barito Timur selama dua periode, menyebut bahwa dirinya telah menyampaikan usulan pembangunan RSUD tersebut saat pertemuan antara kepala daerah se-Kalteng dan Gubernur di Kabupaten Murung Raya beberapa tahun silam.

“Pada saat saya masih menjabat bupati, dalam sebuah pertemuan resmi, saya mengajukan pembangunan RSUD Provinsi di kawasan DAS Barito. Itu usulan konkret, tapi sampai sekarang belum terlihat realisasinya,” katanya, Selasa, 2 September 2025.

Menurutnya, kebutuhan akan fasilitas kesehatan skala provinsi sangat mendesak di wilayah DAS Barito. Namun, sejak diusulkan, lokasi pembangunannya masih menjadi perdebatan, terutama antara wilayah Barito Selatan dan Barito Timur.

“Tujuan kita supaya kawasan DAS Barito punya RSUD provinsi. Tapi kemudian muncul perdebatan apakah dibangun di Muara Teweh, Barito Utara, atau di Barito Timur,” jelasnya.

Sebagai bentuk keseriusan, Ampera menyampaikan bahwa dirinya telah menyediakan lahan seluas 15 hektare di Ampah, yang menurutnya strategis karena berada di titik tengah dari berbagai kabupaten di sekitar DAS Barito.

“Lahan sudah saya siapkan di Ampah. Bahkan tim dari pemprov sudah turun langsung melakukan survei lokasi. Ampah itu di tengah. Ke Tamiang Layang dan Buntok hanya sekitar satu jam, sedangkan ke Muara Teweh sekitar dua setengah jam. Jadi lebih ideal,” tegas politisi dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut.

Namun, meski berbagai langkah telah diambil, rencana itu hingga kini tidak menunjukkan kemajuan berarti.

“Sampai sekarang tak ada kabarnya lagi,” tambahnya.

Ampera juga menyoroti janji pembangunan universitas di kawasan DAS Barito yang bernasib serupa. Ia mengaku kecewa karena proyek tersebut sejauh ini hanya sebatas wacana dan visualisasi desain tanpa ada tindak lanjut nyata.

“Hanya ditampilkan video desain bangunan, tapi tidak ada pengadaan lahan maupun langkah konkret lainnya. Saya bilang itu hanya tayangan, hayalan saja,” pungkasnya.

(ira/erakalteng.com)