Dapatkan Informasi dan Berita Seputar Kalimantan Tengah Terkini hanya di eraKalteng.com

Pemprov Kalteng Diminta Perbaiki Jalan di Bundaran KB Menuju Pelabuhan Pelindo

FOTO: Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Abdul Hafid, pada saat meninjau ruas jalan Bundaran KB Sampit menuju Pelabuhan Pelindo di Bagendang, Kabupaten Kotawaringin Timur, beberapa waktu lalu. ERA KALTENG

PALANGKA RAYA — Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Abdul Hafid, mendesak pemerintah provinsi segera memperbaiki ruas jalan dari Bundaran KB Sampit menuju Pelabuhan Pelindo di Bagendang, Kotawaringin Timur. Ia menyebut jalan tersebut mengalami kerusakan parah dan kerap menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas.

Menurut Hafid, kondisi jalan provinsi di Kalimantan Tengah umumnya masih memprihatinkan. Jalan yang rusak tidak hanya menghambat aktivitas masyarakat, tetapi juga membahayakan keselamatan para pengguna jalan. Khususnya ruas dari Bundaran KB ke Pelabuhan Pelindo yang saat ini aspalnya terkelupas dan sangat rawan kecelakaan.

Ruas jalan sepanjang kurang lebih 20 kilometer tersebut merupakan jalur vital yang digunakan masyarakat untuk transportasi, distribusi logistik, serta mendukung kegiatan ekonomi lainnya. Karena itu, Hafid menegaskan pentingnya pemerintah provinsi segera mengambil tindakan perbaikan.

Ia juga menekankan bahwa keberadaan infrastruktur jalan yang layak sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Jalan yang rusak berdampak pada naiknya biaya logistik dan menurunnya efisiensi distribusi barang, yang pada akhirnya merugikan masyarakat.

“Perbaikan jalan bukan hanya soal kenyamanan, tapi menyangkut keselamatan warga. Sudah banyak pengendara yang menjadi korban karena lubang dan kerusakan yang dibiarkan terlalu lama,” ujar Hafid.

Komisi IV DPRD Kalteng, lanjutnya, akan terus melakukan pengawasan dan menyampaikan masukan agar pembangunan infrastruktur benar-benar sesuai kebutuhan.

Ia juga mengingatkan pentingnya pelibatan masyarakat dan pemangku kepentingan lokal dalam menyusun skala prioritas pembangunan.

“Keselamatan dan kenyamanan masyarakat harus menjadi prioritas. Jangan tunggu korban terus berjatuhan baru dilakukan perbaikan,” pungkas Hafid.

(ira/erakalteng.com)