PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah diminta serius mempersiapkan infrastruktur hilirisasi dalam menghadapi rencana investasi sapi perah yang akan dilaksanakan di wilayah tersebut.
Hal ini disampaikan oleh Anggota DPRD Kalteng, Bambang Irawan, yang menilai pengolahan produk susu menjadi aspek krusial demi mendukung keberhasilan program, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kalau bicara sapi perah, kita harus tahu dulu apa yang ingin dihasilkan. Dan untuk menghasilkan produk akhir, tentu perlu adanya hilirisasi. Jangan sampai hal itu tidak disiapkan,” katanya, Senin (1/9).
Ia menyampaikan bahwa Kalteng memiliki potensi lahan yang luas untuk peternakan, namun hal tersebut belum cukup tanpa dukungan fasilitas pengolahan susu.
Bambang menilai, tanpa sistem hilirisasi, program berisiko tidak berkelanjutan.
“Lahannya kita punya, dan programnya bagus. Tapi tanpa fasilitas hilir, nanti kita yang repot sendiri,” ucapnya.
Bambang menegaskan pentingnya memastikan setiap program investasi pemerintah tidak hanya berfokus pada hulu atau budidaya saja, melainkan juga memperhatikan aspek hilir guna memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi daerah.
“Setiap kebijakan harus jelas alur hilirnya. Hasil produk dari sini harus bisa dipasarkan keluar. Di situlah letak manfaat ekonominya bagi masyarakat dan daerah,” tegasnya.
Rencana pengembangan peternakan sapi perah di Kalimantan Tengah merupakan bagian dari program strategis nasional.
Pemerintah daerah bersama Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kalteng telah menjalin komunikasi dengan Kementerian Pertanian dan sejumlah lembaga untuk membahas kelanjutan investasi tersebut.
(ira/erakalteng.com)































