Dapatkan Informasi dan Berita Seputar Kalimantan Tengah Terkini hanya di eraKalteng.com

Angka Kecelakaan dan Narkoba Masih Tinggi, DPRD Kotim Dorong Perbaikan Infrastruktur

SAMPIT – Masalah kecelakaan lalu lintas (lakalantas) dan peredaran narkoba menjadi sorotan utama dalam rapat evaluasi akhir tahun 2025 di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Wakil Ketua II DPRD Kotim, Rudianur, menyoroti kinerja Polres Kotim menyusul masih tingginya angka kasus di dua bidang tersebut.

Berdasarkan data evaluasi, angka kecelakaan di wilayah Kotim tergolong cukup tinggi sepanjang 2025.

“Saya berharap pada tahun 2026, Polres Kotim bersama pemerintah daerah dapat merumuskan langkah konkret untuk menekan angka kecelakaan agar tidak terus memakan korban jiwa,” ujarnya, 31 Desember 2025.

Menurut Rudianur, tingginya angka lakalantas berkaitan erat dengan kondisi infrastruktur.

Ia mendesak adanya pembenahan pada jalan-jalan yang sempit, berlubang, serta minim penerangan. Faktor-faktor fisik jalan tersebut dinilai sebagai pemicu utama terjadinya kecelakaan di lapangan.

“Kalau angka kecelakaan ini kan otomatis impresi dari lapangan. Strukturnya harus dibenahi. Jalan tidak memiliki penerangan, jalan berlubang, dan jalan sempit adalah faktor-faktor lakalantas yang harus segera ditangani,” katanya.

Selain masalah lalu lintas, kasus narkoba juga menjadi perhatian serius. Meski laporan Polres Kotim menunjukkan adanya penurunan angka secara administratif sebesar 13 persen, Rudianur menilai bahwa secara praktik di lapangan, peredaran barang haram tersebut masih tergolong tinggi dan mengkhawatirkan.

Guna mengatasi persoalan ini, DPRD mendorong Polres Kotim untuk memperkuat kolaborasi dengan Badan Narkotika Kabupaten (BNNK) Kotim. Sinergi lintas instansi dianggap menjadi satu-satunya jalan keluar untuk memberantas peredaran gelap narkoba dan menciptakan lingkungan yang lebih aman pada tahun 2026.

(Sd/Erakalteng.com)