SAMPIT – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rudianur, menekankan pentingnya hasil evaluasi akhir tahun 2025 sebagai rujukan utama dalam menyusun perencanaan dan kebijakan kinerja tahun 2026.
Langkah ini dinilai strategis guna memastikan program pembangunan daerah berjalan tepat sasaran, transparan, dan akuntabel
Rudianur menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim sebenarnya telah melakukan evaluasi rutin setiap bulan sepanjang tahun 2025.
Melalui pola tersebut, titik lemah dan kendala dalam pelaksanaan program sudah teridentifikasi sejak dini, sehingga mempermudah proses perbaikan di masa mendatang.
“Tinggal bagaimana 2026 nanti bisa memperbaiki kekurangannya. Kami menekankan agar program-program yang belum sempat terealisasi pada 2025 dapat diprioritaskan untuk dilaksanakan pada tahun mendatang,” ujarnya, 31 Desember 2025.
Selain menyoroti kinerja eksekutif, Rudianur juga menyinggung peran instansi vertikal lainnya seperti TNI. Berdasarkan laporan evaluasi, pihak TNI memberikan catatan mengenai progres keberadaan Koperasi Merah Putih di wilayah Kotim yang saat ini masih dalam tahap pengembangan di tingkat desa dan kecamatan.
Rudianur mencatat bahwa Koperasi Merah Putih di beberapa titik belum sepenuhnya berdiri.
“Saya berharap pada tahun 2026, seluruh rencana pembentukan koperasi tersebut dapat terealisasi secara merata guna mendukung kesejahteraan masyarakat di berbagai pelosok desa,” harapnya.
Secara keseluruhan, koordinasi antarlembaga menjadi kunci utama dalam menutup tahun 2025. DPRD berharap sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, TNI, dan instansi lainnya dapat membawa perubahan signifikan bagi kemajuan Kotawaringin Timur di tahun yang baru.
(Sd/Erakalteng.com)

























