SAMPIT – Sebanyak 480 usulan pembangunan resmi masuk dalam pembahasan Musrenbang di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang (MBK). Ketua Komisi I DPRD Kotim, Angga Aditya Nugraha, menyatakan akan mengawal proses seleksi usulan tersebut agar tepat sasaran.
Angga menyampaikan bahwa banyaknya usulan ini menunjukkan antusiasme masyarakat dalam menyampaikan aspirasi pembangunan.
“Dari sekian banyak poin yang diajukan, keterbatasan ruang kelas di sekolah-sekolah lokal menjadi salah satu isu yang paling menonjol untuk segera dicarikan solusi,” ujarnya, Sabtu, 7 Februari 2026.
Legislator dari Kotim ini menjelaskan bahwa setiap usulan akan dibahas secara mendalam di tingkat legislatif.
Tujuannya adalah untuk memastikan skala prioritas tetap terjaga di tengah keterbatasan anggaran yang ada, dengan tetap mengacu pada target pembangunan daerah.
“Semua usulan ini akan kita bahas. Namun, tentu realisasinya akan kita sesuaikan dengan visi dan misi kepala daerah agar terjadi sinergi antara keinginan warga dan program pemerintah,” katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa masalah mendasar di sektor kesehatan juga tidak luput dari pengawasan.
“Saya berharap melalui Musrenbang ini, celah-celah pelayanan publik yang selama ini dikeluhkan warga dapat segera tertutupi melalui kebijakan yang konkret,” harapnya.
Angga meminta instansi terkait memetakan sekolah mana saja di Kecamatan MBK yang membutuhkan penambahan ruang kelas. Hal ini bertujuan agar data yang digunakan dalam pembahasan anggaran nantinya bersifat akurat dan solutif.
(Sd/Erakalteng.com)

























