SAMPIT – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Angga Aditya Nugraha, memberikan perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur pendidikan di wilayahnya.
Hal ini menyusul adanya laporan mengenai keterbatasan ruang kelas yang masih terjadi di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang (MBK).
Persoalan ini mencuat di sela-sela kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang digelar di Kantor Kecamatan MB Ketapang.
Angga menilai, ketersediaan fasilitas belajar yang memadai merupakan kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda demi kenyamanan siswa.
Angga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima ratusan aspirasi dari masyarakat.
“Setidaknya terdapat 480 usulan yang masuk dalam pembahasan Musrenbang kali ini, mencakup berbagai aspek pembangunan di tingkat kecamatan hingga desa,” ujarnya, Sabtu, 7 Februari 2026.
Politisi ini menegaskan bahwa sektor pendidikan dan kesehatan akan menjadi fokus utama dalam penyaringan usulan tersebut.
Menurutnya, kedua bidang ini merupakan fondasi dasar kesejahteraan masyarakat yang memerlukan penanganan lebih spesifik dan cepat.
“Kedua sektor ini perlu mendapatkan perhatian khusus karena masih terdapat berbagai persoalan mendasar yang belum terselesaikan sepenuhnya di lapangan,”ujar Angga.
Pihak DPRD berkomitmen untuk mengawal usulan-usulan tersebut agar dapat direalisasikan.
Namun, Angga mengingatkan bahwa pelaksanaan program nantinya harus tetap selaras dan berjalan beriringan dengan visi misi pembangunan yang telah ditetapkan oleh kepala daerah.
(Sd/Erakalteng.com)


























