SAMPIT – Kondisi infrastruktur di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tengah menjadi sorotan tajam. Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotim, Muhammad Idi, mengungkapkan keprihatinannya terhadap akses jalan dan fasilitas publik yang dinilai masih jauh dari kata layak, terutama di wilayah pelosok.
Menurut Idi, ketimpangan pembangunan sangat terasa ketika memasuki area perdesaan. Banyak akses transportasi yang mengalami kerusakan parah, sehingga menghambat mobilitas warga dan distribusi barang.
Hal ini dikhawatirkan akan berdampak buruk pada pertumbuhan ekonomi masyarakat desa yang mengandalkan jalur darat.
“Infrastruktur di Kotim saat ini sangat memprihatinkan, terutama daerah-daerah yang masuk ke wilayah perdesaan,” ujar Muhammad Idi saat memberikan keterangan kepada media pada Kamis, 5 Februari 2026.
Ia menekankan bahwa perbaikan infrastruktur seharusnya menjadi fondasi utama dalam pelayanan publik.
Politisi ini menyadari bahwa saat ini pemerintah daerah sedang dihadapkan pada tantangan finansial.
Meski demikian, ia mengingatkan agar kebijakan efisiensi anggaran tidak mengorbankan sektor-sektor krusial yang menyentuh langsung hajat hidup orang banyak di tingkat desa.
“Kita berharap, walaupun ada efisiensi anggaran, mudah-mudahan Pemerintah Kotim tetap mengutamakan segala prioritas,” lanjutnya.
Idi mendesak agar Dinas terkait melakukan pemetaan skala prioritas yang lebih tajam guna menentukan titik-titik kerusakan yang paling mendesak untuk segera ditangani.
“DPRD Kotim berkomitmen untuk terus mengawal usulan pembangunan dari tingkat desa agar dapat terealisasi di tahun anggaran berjalan. Peningkatan kualitas jalan dan jembatan di pedesaan diharapkan mampu membuka isolasi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata di seluruh Kabupaten Kotim,” pungkasnya.
(Sd/Erakalteng.com)



























