SAMPIT – Kondisi infrastruktur jembatan yang menghubungkan Desa Telaga Baru dan Desa Pelangsian di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kini tengah menjadi sorotan serius.
Jembatan ini dinilai memerlukan penanganan segera karena kondisinya yang kian memprihatinkan namun tetap menjadi tumpuan utama mobilitas warga setempat.
Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotim, Muhammad Ramadhana Rahman, memberikan apresiasi karena proyek perbaikan jembatan tersebut telah masuk dalam daftar prioritas Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan.
Hal ini menunjukkan adanya pengakuan pemerintah daerah atas pentingnya akses tersebut.
“Saya mengapresiasi bahwa jembatan ini sudah masuk dalam daftar prioritas Musrenbang Kecamatan,” ujar Ramadhana saat memberikan keterangan kepada media, Rabu, 18 Februari 2026.
Meski sudah masuk dalam daftar rencana, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh sekadar menunggu jadwal rutin tanpa melihat urgensi di lapangan.
Melihat tingkat kerusakan dan risiko yang ada, ia mendorong agar proses penanganan jembatan tersebut segera dipercepat dan diberikan perhatian khusus.
“Namun melihat kondisinya saat ini, saya mendorong agar penanganannya dipercepat dan diberikan perhatian khusus,” tegasnya menambahkan.
Menurut Ramadhana, alasan utama percepatan ini adalah faktor keamanan pengguna jalan. Ia menekankan bahwa infrastruktur yang menyangkut hajat hidup orang banyak harus selalu diutamakan.
“Infrastruktur yang menyangkut keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam penganggaran dan pelaksanaan pembangunan,” imbuh politisi tersebut.
Sebagai penutup, ia mengingatkan bahwa jembatan ini merupakan urat nadi bagi warga di dua desa.
“Jembatan ini menghubungkan antara Desa Telaga Baru dan Desa Pelangsian yang menjadi akses vital bagi aktivitas masyarakat, mulai dari anak sekolah, petani hingga pelaku usaha,” tutupnya.
(Sd/Erakalteng.com)


























