SAMPIT – Muhammad Syauqie, Anggota Komisi V DPR RI, memperluas cakupan pemantauannya hingga ke Terminal Patih Rumbih dan akses jalan raya menuju Kota Sampit.
Fokus utama dalam peninjauan kali ini adalah memastikan infrastruktur darat siap menampung tingginya volume kendaraan pribadi maupun bus antarkota.
Selain memeriksa kondisi terminal, Syauqie memberikan perhatian khusus pada kualitas aspal jalan nasional.
Ia melakukan verifikasi lapangan terhadap laporan masyarakat mengenai titik-titik rawan. Menurutnya, akses transportasi darat menuju Sampit saat ini sudah dalam kondisi yang layak dan bebas dari lubang yang membahayakan.
“Bukan hanya angkutan transportasinya yang kita perhatikan, tetapi sarana strategisnya seperti jalan yang berlubang juga kita cek. Kami memastikan jalan menuju Sampit tidak ada yang berlubang guna meminimalisir risiko kecelakaan,” ungkapnya tegas, Senin, 16 Maret 2026.
Kenyamanan pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat menjadi prioritas utama Komisi V. Syauqie menginginkan para pemudik bisa menempuh perjalanan jauh dengan perasaan tenang.
Oleh karena itu, ketersediaan fasilitas penunjang di sepanjang jalur mudik menjadi hal yang wajib ada.
Ia juga memastikan bahwa mitra kerja dari kementerian terkait telah mendirikan posko-posko kesehatan dan rest area.
Kehadiran posko ini sangat vital sebagai tempat istirahat sementara bagi pengemudi yang kelelahan guna menjaga konsentrasi saat berkendara di jalur padat.
Syauqie menyampaikan target besar untuk musim mudik tahun 2026 ini, yakni tercapainya zero accident atau nol insiden. Ia berharap penurunan angka kecelakaan dapat terealisasi secara signifikan melalui kesiapan infrastruktur yang baik dan kedisiplinan para pengguna jalan.
(Sd/Erakalteng.com)


























