SAMPIT – Merespons maraknya fenomena negatif di media sosial, Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) , Irawati, memberikan imbauan serius kepada seluruh orang tua.
Ia menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap penggunaan perangkat elektronik di tangan anak-anak.
“Tolong awasi anak-anaknya dan awasi gadget yang ada di tangan anak-anak,” imbau Irawati, Rabu, 15 April 2026.
Irawati menyoroti bahwa saat ini akses terhadap media sosial hampir tidak memiliki pembatasan yang benar-benar efektif di lapangan.
Meskipun regulasi mengenai batasan usia sudah ada, namun dalam praktiknya anak-anak masih sangat bebas mengakses konten apa pun. Hal inilah yang memicu kekhawatiran akan masuknya pengaruh negatif melalui dunia digital.
“Pengawasan kita dari orang tua yang sangat tentunya bagaimana nanti anak kita ke depan. Karena gadget saat ini belum ada pembatasan, memang Komdigi sudah mengeluarkan pembatasan dari segi usia, tetapi untuk pelaksanaannya memang belum,” jelasnya.
Ia meminta para orang tua untuk meluangkan waktu memeriksa aktivitas digital putra-putri mereka.
Selain peran orang tua, Irawati juga mengajak para remaja untuk lebih bijak dalam bersosial media.
“Carilah media sosial yang benar-benar bisa memberikan manfaat tentunya bagi teman-teman. Karena media sosial ini kan bukan hanya kita melihat sesuatu, tapi juga bisa berinteraksi,” pesan Irawati kepada generasi muda di Kotim.
Menurut Irawati, penggunaan media sosial harus diarahkan pada hal-hal yang positif dan produktif.
Ia mendorong remaja untuk memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar dan berinteraksi secara sehat. Hal ini penting agar mereka tidak mudah terpengaruh oleh tren atau kelompok yang menyimpang dari norma sosial dan agama.
Pemerintah daerah akan terus berupaya mendukung program-program yang berkaitan dengan perlindungan anak dan penguatan ketahanan keluarga.
“Saya berharap dengan adanya kerja sama yang baik antara orang tua dan lingkungan masyarakat, anak-anak di Kotim dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan terhindar dari dampak buruk media sosial,” pungkasnya.
(SD/Erakalteng.com)




























