SAMPIT – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Dadang H. Syamsu, menyatakan keprihatinan mendalam terhadap fenomena perilaku menyimpang di masyarakat yang kian terang-terangan.
Dirinya menegaskan bahwa hal tersebut berbenturan keras dengan berbagai tatanan nilai.
“Sebagaimana kita ketahui itu kan bertentangan, baik dari sisi norma agama, norma sosial, bahkan dengan norma hukum positif jikalau itu berhubungan dengan masalah anak,” tegas Dadang, Rabu, 15 April 2026.
Dadang menilai bahwa pembiaran terhadap gaya hidup tersebut sangat berbahaya bagi tatanan moral. Ia mengingatkan agar semua pihak tidak menganggap remeh tren negatif ini.
“Kita tidak bisa melihat hal yang bertentangan semacam demikian dengan kata lain menormalisasi perilaku itu,” ujarnya sembari menekankan perlunya tindakan nyata untuk membentengi kultur ketimuran.
Dari sisi kesehatan, Dadang mengungkapkan data yang cukup mengejutkan terkait angka penderita HIV di wilayah Sampit.
Berdasarkan laporan yang ia terima, saat ini angka kasus tersebut sudah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan.
“Jumlah penyakit dari HIV itu kan untuk Sampit tidak sedikit itu, berdasarkan data yang ada sudah hampir di angka 800 lebih,” ungkapnya serius.
Ia mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak bersikap acuh tak acuh dan tetap mengedepankan sisi kemanusiaan dalam menangani masalah ini.
“Kita perlu ada pendekatan-pendekatan yang lebih humanis, baik itu melalui unsur pemerintah daerah, baik itu melalui unsur pemuka-pemuka agama dan lembaga-lembaga adat lainnya,” jelas Dadang.
Langkah pencegahan ini diharapkan dapat dilakukan secara masif, termasuk melalui edukasi di lingkungan keluarga dan pendidikan. Dadang berharap jika ada orang terdekat yang menunjukkan perilaku menyimpang, segera dilakukan pembinaan.
“Kita ajak edukasi yang lebih humanis, jangan juga mereka lalu kita kucilkan dari lingkungan sosialnya, maka bisa lebih parah lagi kan, tapi kita lakukan pendekatan-pendekatan,” tambahnya.
Dadang juga menekankan pentingnya sinergi untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani daerah. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mulai bergerak dari lingkungan terkecil.
“Siapa tahu kita ada punya keluarga, siapa tahu kita ada keponakan yang mungkin sudah nampak nih berperilaku yang sebagaimana kita sampaikan tadi, ya kita ajak bahwa ini keliru, ini salah,” pungkasnya.
(SD/Erakalteng.com)




























