SAMPIT – Ketua DPRD Kotim, Rimbun, menyoroti banyaknya bangunan liar, seperti warung dan ruko, yang berdiri tepat di atas saluran air atau drainase. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu faktor terbesar yang menyumbat aliran air dan memicu banjir di area perkotaan.
Rimbun secara khusus meminta kesadaran dari para pemilik warung atau ruko yang berada di atas parit untuk bersedia membongkar bangunannya.
“Atau nanti, ada kebijakan dari pemerintah daerah, untuk membuka itu, mohon dibantu. Jangan nanti sedikit-sedikit ribut, pemerintah daerah tidak peduli, lalu ini usaha kami, nah di situ kendala kita, jujur saja,” ujar Rimbun, Selasa, 19 Mei 2026.
Menurutnya, keberadaan bangunan-bangunan tersebut secara jelas telah mengganggu fungsi fasilitas umum dan merugikan masyarakat luas.
Ia menambahkan, jika nantinya pemerintah daerah mengeluarkan kebijakan untuk membuka atau membongkar area tersebut demi normalisasi, diharapkan warga bisa kooperatif.
Lebih lanjut, Rimbun membeberkan bahwa banyak bangunan yang berdiri di atas aset milik Pemerintah Daerah (Pemda) sepanjang jalan protokol, termasuk di sekitar area lampu lalu lintas.
“Terutama titik rawan kan di lampu-lampu itu kan masih banyak. Ada warung yang di depan ruko itu kan. Nah, saya tanya, itu aset Pemda atau aset masyarakat. Aset Pemda, bilangnya. Nah, ini bisa enggak kita upayakan memberikan sosialisasi,” tuturnya.
Meskipun menyadari bahwa penertiban ini seperti pedang bermata dua karena menyangkut tempat usaha warga, Rimbun menegaskan aturan harus tetap ditegakkan demi kepentingan bersama.
“Oh Pak, kita ini nanti didemo orang. Ya masalah itu kan kita perlu adanya kerja sama. Justru kita kalau memang bisa, pemerintah daerah ini bisa tegas. Seperti daerah Jawa Barat, Pak Gubernurnya mensosialisasikan dulu, kalau memang itu tidak bisa ditegur, ya sudah, dibuka, ya kan gitu,” tambahnya.
Terakhir, Rimbun mengingatkan bahwa anggaran daerah saat ini sangat terbatas akibat adanya kebijakan efisiensi.
“Sementara, kekuatan anggaran kita, pasca-efisiensi ini sangat berat sekali untuk bagaimana memprogramkan itu. Jadi kita minta nanti bersama-samalah,” pungkasnya.
(SD/Erakalteng.com)






























