Dapatkan Informasi dan Berita Seputar Kalimantan Tengah Terkini hanya di eraKalteng.com

IPSI Kotim Seleksi 65 Atlet Silat untuk Pra Porprov 2026

SAMPIT – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) resmi menyelenggarakan seleksi atlet dalam rangka persiapan menghadapi Pra Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-13 tahun 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan pesilat berbakat dari berbagai perguruan silat yang bernaung di bawah IPSI Kotim. Seleksi ini menjadi langkah awal yang krusial untuk menyaring potensi terbaik yang akan mewakili daerah di tingkat provinsi.

Ketua IPSI Kotim yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Kotim, Riskon Fabiansyah, mengungkapkan bahwa terdapat 65 atlet yang berpartisipasi dalam ajang seleksi ini.

“Hari ini dari IPSI melaksanakan seleksi untuk Pra Porprov ke-13 2026, kemudian diikuti oleh 65 atlet dari berbagai perguruan yang berhimpun di IPSI Kotim,” ujar Riskon, Senin, 11 Mei 2026.

Semangat kompetisi terlihat jelas sejak dimulainya kegiatan, di mana setiap atlet berusaha menunjukkan kemampuan terbaik mereka demi memperebutkan posisi di tim inti.

Pertandingan seleksi ini mencakup sekitar 13 kelas yang berbeda, yang dirancang untuk mengakomodasi berbagai kategori berat badan dan teknik persilatan.

“Kelasnya sendiri ada sekitar 13 kelas yang dipertandingkan, itu sampai besok, direncanakan dua hari pertandingannya,” jelasnya mengenai durasi kegiatan tersebut.

Fokus utama dari kegiatan ini adalah memastikan bahwa hanya atlet dengan performa dan mentalitas terbaik yang akan melaju ke tahap pelatihan selanjutnya.

Riskon menambahkan bahwa meskipun persiapan kali ini dirasa sedikit terlambat dibandingkan dengan kabupaten lain, IPSI Kotim tetap berkomitmen penuh untuk memberikan hasil yang maksimal.

“Memang kalau misalnya kita melihat persiapan kita sudah agak terlambat dibanding dengan kabupaten lain yang akan berlaga di Porprov Kabupaten Kotawaringin Barat yang akan datang,” akunya secara terbuka.

Strategi pelatihan intensif telah disiapkan guna mengejar ketertinggalan dan mematangkan teknik serta fisik para pesilat sebelum hari pertandingan tiba.

Mengenai kuota final atlet yang akan dikirim, pihak IPSI masih menunggu arahan lebih lanjut dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kotim.

“Dari KONI sendiri kita belum mendapatkan informasi valid kaitan dengan berapa kelas kuota yang diperbolehkan oleh KONI untuk cabor silatnya, jadi kita masih menunggu arahan petunjuk dari KONI Kotim,” ungkap Riskon.

Ketidakpastian ini menuntut IPSI untuk tetap fleksibel namun tetap terstruktur dalam menyusun kerangka tim yang kompetitif.

Optimisme tetap menjadi napas utama dalam seleksi ini, mengingat sejarah prestasi silat Kotim yang cukup membanggakan.

Riskon Fabiansyah menegaskan bahwa target utama adalah melahirkan juara-juara baru yang mampu menjaga marwah bela diri pencak silat di Kabupaten Kotim.

“Kami dari IPSI Kotim tetap harus tetap optimis dalam rangka meraih prestasi yang maksimal walaupun dengan keterbatasan persiapan dan pendanaan,” pungkasnya.

(SD/Erakalteng.com)