SAMPIT – Wakil Ketua PERBASI sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Ramadhana Rahman, secara resmi memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan turnamen basket tingkat SMA yang diinisiasi oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kotim.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah positif dalam menyediakan wadah bagi generasi muda untuk mengasah bakat mereka.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat, sportivitas, disiplin, dan semangat kompetisi yang sehat,” ujarnya, Senin, 11 Mei 2026.
Ramadhana mengatakan bahwa antusiasme yang ditunjukkan oleh para peserta didik selama kompetisi berlangsung sangat luar biasa. Fenomena ini menjadi bukti nyata bahwa Kabupaten Kotim memiliki gudang potensi atlet yang sangat besar.
“Kami melihat antusiasme para pelajar cukup tinggi, dan ini membuktikan bahwa potensi olahraga di daerah kita sebenarnya sangat besar apabila diberikan ruang dan pembinaan yang berkelanjutan,” jelas Ramadhana.
Dalam keterangannya, politisi muda ini juga memberikan catatan kritis terkait manajemen event olahraga di daerah.
Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan kompetisi tidak boleh terjebak dalam rutinitas seremonial sesaat tanpa dampak jangka panjang.
“Penyelenggaraan event olahraga seperti ini seharusnya memang menjadi perhatian serius dan dilaksanakan secara konsisten oleh pemerintah daerah, bukan hanya kegiatan seremonial sesaat,” tegasnya menambahkan.
Langkah ini, menurut Ramadhana, merupakan implementasi langsung dari amanat regulasi nasional yang berlaku.
Ia mengingatkan bahwa hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.
“Undang-undang tersebut menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab dalam pembinaan dan pengembangan olahraga di daerah,” kata Ramadhana mengingatkan kewajiban instansi terkait.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa lahirnya atlet berprestasi tidak bisa didapatkan melalui proses instan atau dadakan. Dibutuhkan ekosistem yang mendukung, mulai dari kompetisi rutin hingga ketersediaan sarana yang memadai.
“Pembinaan atlet tidak bisa lahir secara instan. Dibutuhkan kompetisi yang rutin, pembinaan usia dini, dukungan sarana prasarana, hingga perhatian terhadap ekosistem olahraga pelajar,” ungkapnya secara rinci.
Ramadhana berharap agar event basket pelajar ini menjadi titik awal bagi peningkatan kualitas pembinaan olahraga di Kotim secara menyeluruh.
Ia mendorong agar kompetisi serupa dapat dilaksanakan secara berkesinambungan dan terarah di masa depan.
“Kami berharap event seperti ini dapat terus ditingkatkan kualitas dan keberlanjutannya agar menjadi bagian dari sistem pembinaan olahraga daerah yang terarah dan berkesinambungan,” pungkasnya.
(SD/Erakalteng.com)






























