SAMPIT – Isu peredaran Surat Keputusan (SK) mutasi palsu yang menyasar Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memicu reaksi keras.
Praktik ilegal ini mencuat setelah adanya laporan mengenai oknum yang menjanjikan kemudahan pindah tugas dengan imbalan uang.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kotim, Eddy Mashamy, mengecam keras praktik pungutan liar dan penipuan tersebut.
Dirinya menilai tindakan oknum yang memanfaatkan harapan para pegawai untuk mencari keuntungan pribadi adalah perbuatan yang tidak bermoral.
Eddy menegaskan bahwa ini bukan sekadar masalah administrasi, melainkan tindak pidana murni.
“Saya mengecam keras adanya oknum yang memanfaatkan harapan para pegawai untuk mendapatkan keuntungan pribadi melalui penipuan SK mutasi. Tindakan meminta uang hingga belasan juta rupiah ini bukan sekadar pelanggaran administrasi, melainkan tindak pidana murni yang sangat mencederai integritas birokrasi kita,” tegas Eddy, Kamis, 7 Mei 2026.
Lebih lanjut, Eddy mendesak agar aparat penegak hukum segera turun tangan mengusut tuntas jaringan pemalsuan dokumen negara ini.
Ia berharap kepolisian dapat melacak aliran dana dan menangkap aktor intelektual di balik peredaran SK palsu tersebut agar memberikan efek jera bagi pelaku lainnya.
Pihak DPRD Kotim juga meminta para pegawai yang telah menjadi korban untuk tidak takut bersuara.
Eddy menjamin bahwa saluran pengaduan di legislatif terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin melaporkan praktik culas ini. Keberanian korban sangat diperlukan untuk memutus rantai penipuan yang telah meresahkan lingkungan kerja pemkab.
Eddy menegaskan bahwa DPRD akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas.
Ia berkomitmen untuk memastikan bahwa keadilan ditegakkan bagi para pegawai yang dirugikan.
“Jangan sampai niat tulus pengabdian para pegawai kita dirusak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Kami di DPRD akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas agar marwah birokrasi Kotim tetap terjaga,” pungkasnya.
(SD/Erakalteng.com)




























