SAMPIT – Selain meresmikan gedung baru Puskesmas Mentaya Seberang, Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, juga membahas kerja sama strategis dengan Pertamina.
Kerja sama melalui Nota Kesepahaman (MoU) tersebut mencakup berbagai aspek penting bagi masyarakat.
“Pertamina itu kita MoU kaitan dengan penanganan sampah yang dilakukan Pertamina, juga terhadap penyelamatan misalnya kebakaran,” kata Halikinnor, Jumat, 24 April 2026.
Halikinnor menjelaskan bahwa penanganan sampah dan antisipasi kebakaran merupakan bagian dari upaya menjaga lingkungan fasilitas publik.
Dirinya telah berkoordinasi dengan pimpinan Pertamina mengenai standar operasional di lapangan.
“Kemarin saya sudah tanyakan dengan pimpinan ini, kan Pro Niaga yang di Depo kemarin. Saya tanyakan yang kemarin waktu kita di DLH,” ujarnya.
Terkait distribusi energi, Halikinnor juga menyoroti masalah pengawasan di SPBU untuk mencegah pelanggaran.
“Untuk internal, istilah di dalam lingkup SPBU itu tanggung jawab mereka. Makanya ada beberapa SPBU ada yang bahkan sampai dicabut izinnya, itu bahwa itu melanggar,” tegas Halikinnor.
Pengawasan ketat dilakukan untuk memastikan BBM tersalurkan dengan benar kepada masyarakat.
Dirinya menambahkan bahwa teknologi telah digunakan untuk memantau aktivitas pengisian bahan bakar.
“Karena mereka punya CCTV. Kalau ada mengisi secara tangki langsung situ, jerigen segala macam, itu akan diberi sanksi,” tambahnya.
Sanksi yang diberikan bisa berupa teguran hingga penghentian suplai bahan bakar sementara kepada SPBU tersebut.
Namun, Halikinoor juga mengklarifikasi mengenai batas kewenangan Pertamina dalam menindak pengecer ilegal atau pelansir di luar SPBU.
“Mengenai pelansir itu bukan tanggung jawab mereka, itu tanggung jawab aparat penegak hukum,” jelas Halikinnor.
Hal ini perlu dipahami agar masyarakat mengetahui alur koordinasi dalam penertiban distribusi BBM.
Peresmian Puskesmas Mentaya Seberang dan penguatan komitmen pembangunan fisik bidang kesehatan tahun anggaran 2025 menjadi bukti kerja nyata pemerintah daerah.
Halikinnor optimis bahwa dengan dukungan berbagai pihak, termasuk sektor swasta seperti Pertamina, pelayanan publik di Kotim akan semakin berkualitas. Semua upaya ini dilakukan demi kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Kotim.
(SD/Erakalteng.com)




























