SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinoor, menekankan bahwa pembangunan SD Alam Khatulistiwa merupakan inisiatif murni dari pihak yayasan, sehingga ia membuka ruang bagi masyarakat untuk berkontribusi.
“Karena ini bukan pemerintah, tapi yayasan yang membangun, artinya swasta, siapa pun boleh berkontribusi di sini,” tegas Halikinoor, Jumat, 24 April 2026.
Menurut Halikinoor, keterlibatan masyarakat dalam membangun sekolah adalah bentuk amal yang sangat mulia bagi masa depan pendidikan anak-anak.
“Saya juga mengundang masyarakat ayo berpartisipasi di sini, ini kesempatan beramal jariah. Sama saja kita tidak hanya membangun masjid, membangun musholla, membangun seperti ini juga pembangunan untuk pendidikan,” ajaknya.
Dirinya menjelaskan bahwa bantuan tidak harus selalu berupa uang, melainkan bisa berupa tenaga atau material bangunan secara sukarela.
“Boleh berkontribusi di sini baik itu membantu tanaman, membantu bahkan biaya pun boleh. Artinya membantu misalnya apa saja, atau ngantar pasir atau apa nanti yang bisa dibantu,” jelas Halikinoor.
Halikinoor menginginkan agar sekolah ini menjadi milik bersama masyarakat Kotim melalui aksi gotong royong dalam proses pembangunannya.
“Ini kesempatan kita bersama karena ini jodohnya ada di Kota Sampit khususnya di Kotim,” ucapnya penuh syukur.
Dirinya juga menekankan bahwa setiap bantuan akan sangat berarti bagi kelancaran proyek pendidikan yang inovatif ini.
“Siapa pun boleh berkontribusi, baik itu membantu tanaman, membantu bahkan biaya pun boleh,” ulang Halikinoor menekankan keterbukaan yayasan terhadap bantuan warga.
Harapannya, sinergi antara yayasan dan masyarakat dapat mempercepat selesainya pembangunan sekolah yang akan menjadi kebanggaan daerah ini.
“Sekali lagi kami atas nama pemerintah daerah Kabupaten Kotim beserta seluruh masyarakat mengucapkan terima kasih, apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Yayasan Bumi Khatulistiwa,” tutupnya.
(SD/Erakalteng.com)




























