SAMPIT – Intensitas hujan yang tinggi akhir-akhir ini memicu banjir di sejumlah wilayah perkotaan di Kabupaten Kotawaringin Timur, khususnya di Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang.
Anggota DPRD Kotim dari Dapil I, Riskon Fabiansyah, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima banyak keluhan dari masyarakat yang rumahnya terendam banjir.
Menurut Riskon, permasalahan banjir di wilayah Mentawa Baru Ketapang bukanlah hal baru, melainkan masalah klasik yang terus berulang setiap tahun.
Meskipun pemerintah daerah telah berupaya melakukan normalisasi drainase pada periode sebelumnya, langkah tersebut dinilai belum menjadi solusi permanen saat intensitas hujan sedang tinggi.
Ia menekankan bahwa sistem drainase di wilayah perkotaan masih memerlukan penataan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan. Penataan yang tidak tuntas menyebabkan aliran air tidak mampu menampung debit yang besar, sehingga air meluap ke permukiman warga dan jalan-jalan protokol.
Sebagai solusi jangka pendek, Riskon mengusulkan agar pemerintah daerah kembali mengaktifkan peran aktif pengurus RT dan RW untuk menggerakkan semangat gotong royong.
Ia mengenang program “Jumat Bersih” yang dulu pernah digalakkan pemerintah sebagai salah satu cara efektif menjaga kebersihan saluran air.
“Dulu pernah ada digagas oleh pemerintah daerah melalui kegiatan Jumat bersih, nah harapan kami kegiatan serupa bisa ke depan lebih digiatkan dan diaktifkan kembali,” ujar Riskon menekankan pentingnya kolaborasi masyarakat, Senin, 4 Mei 2026.
Riskon berharap sinergi antara pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat dapat meminimalisir dampak banjir di masa mendatang.
Ia menegaskan bahwa penanganan banjir tidak bisa hanya mengandalkan pembangunan fisik, tetapi juga kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan drainase.
(SD/Erakalteng.com)



























