SAMPIT – Kondisi drainase yang memprihatinkan di beberapa wilayah Sampit memicu respon dari Ketua Komisi IV DPRD Kotim, Dra. M. Si Hj. Mariani.
Setelah berkeliling di wilayah Kecamatan Baamang dan Ketapang, ia menemukan banyak saluran air yang tertutup rapat oleh sampah dan tanaman salah satu ya itu eceng gondok.
“Sedih sekali kalau saya lihat orang berjualan habis akhirnya menunggu surut baru bisa beraktivitas,” ujarnya, Senin, 4 Mei 2026, menggambarkan dampak ekonomi yang dirasakan pedagang kecil akibat banjir.
Mariani menjelaskan bahwa DPRD tengah mengupayakan agar Balai Sungai dapat mengalokasikan anggaran untuk Kotim.
Dirinya menjelaskan, dana tersebut sebenarnya tersedia dalam jumlah banyak. Namun, dana tidak bisa dikucurkan jika kondisi di lapangan belum siap secara teknis.
Mariani menekankan pentingnya peran pemerintah daerah untuk memastikan bahwa lokasi pengerjaan sudah bebas dari sengketa atau hambatan bangunan.
Penataan perumahan di pinggir sungai menjadi salah satu fokus yang harus diselesaikan. Banyak warga yang membangun rumah hingga menutupi parit dan menyempitkan sungai, yang secara langsung menjadi penyebab utama macetnya aliran air.
Mariani mengingatkan bahwa aturan mengenai jarak bangunan dari bibir sungai harus dipatuhi.
“Aturan malah dari sungai itu berapa meter baru boleh membangun rumah, aturan kan begitu,” tambahnya, mengingatkan regulasi yang ada.
Di sisi lain, Mariani juga menyoroti kondisi di sekitar jembatan Jalan HM Arsyad yang seringkali dipenuhi oleh enceng gondok.
“Dekat jembatan di jalan HM Arsyad ada jembatan kan situ, Masya Allah aku kan lewat situ, lah ini penuh gimana air mau lewat, penuh itu enceng gondok tidak ada aja,” tuturnya menceritakan pengalamannya saat melintasi jalur tersebut dan melihat sumbatan air yang parah.
Selain intervensi fisik, edukasi kepada masyarakat mengenai pola hidup bersih menjadi sangat krusial.
Mariani berpendapat bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dari warga. Masyarakat diharapkan tidak hanya berpangku tangan melihat banjir di depan mata.
“Tolong pengertian masyarakat juga membantu pemerintah jangan cuma berpangku tangan melihat di depan rumahnya banjir,” tegasnya mengajak keterlibatan aktif semua pihak.
Sebagai penutup, Mariani mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling bahu-membahu menjaga kebersihan parit di sekitar lingkungan masing – masing.
Ia menekankan bahwa pemerintah sangat peduli dengan kondisi masyarakat.
“Pemerintah itu enggak adalah yang menginginkan masyarakatnya susah, menginginkan masyarakatnya sakit, enggak pengen sebenarnya,” tutupnya seraya menegaskan bahwa kerja sama yang baik antara warga dan pemerintah akan mempercepat penyelesaian masalah banjir.
(SD/Erakalteng.com)


























