Dapatkan Informasi dan Berita Seputar Kalimantan Tengah Terkini hanya di eraKalteng.com

Peningkatan Kepedulian Masyarakat Menjadi Kunci Atasi Banjir di Kotim

SAMPIT – Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Dra. M. Si Hj. Mariani, baru-baru ini melakukan peninjauan lapangan di Kecamatan Baamang dan Kecamatan Ketapang.

Dalam kunjungannya tersebut, beliau mengungkapkan rasa prihatin melihat kondisi warga yang terhambat aktivitasnya akibat banjir yang sering melanda pemukiman.

Mariani menyatakan kesedihannya melihat para pedagang yang harus menunggu air surut sebelum bisa kembali berjualan dan mencari nafkah.

Berdasarkan pengamatannya, salah satu penyebab utama banjir di wilayah tersebut adalah kondisi sungai dan drainase yang mampet.

“Pertama sungai rata-rata mampet dipenuhi sampah dan enceng gondok yang memenuhi drainase tersebut,” ujar Mariani, Senin, 5 Mei 2026.

Kondisi ini diperparah dengan pola kehidupan masyarakat yang kurang memiliki kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dengan terus membuang sampah ke bantaran sungai.

Sebagai langkah konkret, Mariani menegaskan bahwa pihaknya di DPRD terus mendorong Pemerintah Kabupaten Kotim, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), agar segera melakukan pembenahan.

“Kami selaku anggota DPRD mendorong pemerintah Kabupaten Kotim khususnya PUPR, balai, dan sungai agar segera memprioritaskan untuk pembenahan saluran-saluran,” tegasnya.

Hal ini sangat penting untuk memastikan aliran air kembali normal dan meminimalisir risiko banjir.

Selain langkah dari pemerintah daerah, Mariani juga telah berkoordinasi dengan pihak balai sungai di tingkat provinsi.

Hasil kunjungan ke provinsi menunjukkan bahwa akan ada beberapa kegiatan pembangunan di Sampit dalam waktu dekat.

“Kami kemarin ke provinsi menemui balai sungai provinsi, mereka juga nanti ada kegiatan-kegiatan juga di Sampit, tapi persis letak lokasinya belum hafal,” tambahnya, seraya menjelaskan bahwa rincian lokasi ada dalam data laporan hasil kunjungan.

Mariani juga menyinggung kendala anggaran dan teknis yang sering dihadapi oleh pihak balai sungai. Pihak balai menyatakan bahwa mereka tidak bisa bergerak jika lokasi pengerjaan belum siap secara administratif.

“Mereka mengatakan kami tidak bisa berbuat apa-apa apabila belum clear and clean yang mau mereka masukkan keuangannya,” jelas Mariani menirukan pernyataan pihak balai.

Di akhir pernyataannya, ia mengimbau masyarakat untuk tidak hanya menyalahkan pemerintah, tetapi juga berpartisipasi menjaga kebersihan.

Ia mencontohkan rumahnya sendiri yang tetap aman dari banjir karena saluran airnya terjaga.

“Minimal masing-masing rumah, enggak usah jauh-jauh, masing-masing rumah memebersiikan paritnya,” pesannya sebagai solusi sederhana namun berdampak besar bagi pencegahan banjir di lingkungan sekitar.

(SD/Erakalteng.com)