SAMPIT – Menghadapi gelaran Porprov mendatang di Kabupaten Kotawaringin Barat, IPSI Kotim mematok target tinggi untuk mempertahankan prestasi yang telah diraih sebelumnya.
Berkaca pada hasil Porprov tahun lalu saat menjadi tuan rumah, cabang olahraga silat berhasil menyabet 7 medali emas, 6 perak, dan 5 perunggu.
Pencapaian ini menjadi standar sekaligus motivasi besar bagi seluruh jajaran pengurus untuk kembali menorehkan tinta emas di ajang serupa.
Ketua IPSI Kotim, Riskon Fabiansyah, mengakui bahwa mempertahankan prestasi jauh lebih sulit daripada meraihnya, terutama dengan dinamika persiapan saat ini.
“Tentunya kalau kita mengacu kepada raihan Porprov di tahun sebelumnya kita sebagai tuan rumah, kita dari cabor silat mendapatkan 7 emas, 6 perak, dan 5 perunggu, dan ini bukan hal yang mudah untuk mempertahankannya,” tutur Riskon, Senin, 11 Mei 2026.
Namun, ia menekankan bahwa mentalitas juara harus tetap tertanam di setiap benak atlet dan pelatih.
Namun, persiapan menuju prestasi maksimal ini tidak lepas dari kendala operasional, terutama terkait masalah pendanaan.
Hingga saat ini, IPSI Kotim masih menghadapi keterbatasan dana yang cukup signifikan dalam menjalankan program pembinaan.
Hal ini memaksa pengurus untuk lebih kreatif dan efisien dalam mengelola sumber daya yang ada agar program latihan tetap bisa berjalan secara konsisten dan terukur.
Riskon yang juga legislator di DPRD Kotim menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu kepastian terkait dana pembinaan dari KONI Kotim.
“Terkait untuk dana pembinaan di cabor IPSI sampai sekarang kami belum bisa menerima informasi kapan waktunya untuk dana pembinaan dari KONI itu dikucurkan untuk IPSI, jadi kami masih menunggu sampai saat ini,” tegasnya.
Ketidakpastian anggaran ini menjadi salah satu faktor penghambat dalam menyusun jadwal pemusatan latihan.
Meskipun dihimpit keterbatasan persiapan dan dana, Riskon menegaskan bahwa IPSI Kotim tetap harus bersikap optimistis. Ia percaya bahwa dedikasi para atlet dan dukungan moral dari masyarakat Kotim bisa menjadi modal tambahan yang kuat.
Fokus utama saat ini adalah memaksimalkan potensi 65 atlet yang sedang menjalani seleksi agar siap tempur dalam kondisi apa pun yang mereka hadapi di lapangan nanti.
Harapannya, koordinasi dengan KONI dapat segera membuahkan hasil positif sehingga program kerja IPSI bisa terlaksana sesuai rencana.
Sebagai Anggota DPRD, Riskon juga berkomitmen untuk terus mengawal perkembangan dunia olahraga di Kotim agar mendapatkan perhatian yang layak.
“Dengan semangat gotong royong dan tekad yang bulat, IPSI Kotim yakin dapat kembali membawa pulang medali dan mengharumkan nama daerah di panggung olahraga provinsi,” tutupnya.
(SD/Erakalteng.com)






























