SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor, mengambil langkah cepat dengan menginstruksikan percepatan pembahasan APBD Perubahan tahun ini.
“Saya sudah instruksikan ke Pak Sekda selaku ketua TAPD supaya pembahasan perubahan itu kalau bisa lebih awal,” kata Halikinnor saat dikonfirmasi mengenai langkah antisipasi cuaca ekstrem, Rabu, 22 April 2026.
Langkah darurat ini diambil menyusul adanya peringatan mengenai potensi musim kemarau yang sangat ekstrem tahun ini.
“Berdasarkan ramalan dari BMKG bahwa kemarau tahun ini panjang, jadi bahkan 4 sampai 6 bulan. Dan menurutnya informasi itu bahwa ini terpanas sepanjang 30 tahun terakhir ini,” jelasnya mengutip data prakiraan cuaca.
Dirinya sangat mewaspadai dampak serius yang mungkin timbul, terutama ancaman api dan ketersediaan kebutuhan dasar warga.
“Karena daerah kita ini kalau musim kemarau yang pertama kita hadapi adalah api atau asap. Yang kedua juga itu kesulitan air bersih,” tegas Bupati.
Untuk itu, Halikinnor meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) segera memetakan kebutuhan anggaran untuk penanganan bencana.
“Sehingga kita minta OPD-OPD itu sudah membuat rencana aksi termasuk kebutuhan anggaran biayanya, sehingga pada saat kita menghadapi itu kita sudah cukup siap dengan persiapan,” imbuhnya.
Selain faktor alam, penyesuaian anggaran ini juga dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar yang mempengaruhi operasional di lapangan.
“Jadi pertimbangan juga (kenaikan harga BBM), karena yang dulu misalnya dapat 100 liter sekarang bisa 50 liter saja, otomatis kan anggarannya membengkak,” pungkas Halikinnor.
Instruksi ini diharapkan segera ditindaklanjuti agar pemerintah daerah memiliki ruang gerak yang cukup untuk melakukan penanganan kesehatan, ketersediaan air bersih, hingga pemadaman karhutla secara maksimal di tengah kondisi alam yang diprediksi akan sangat menantang.
(SD/Erakalteng.com)



























