SAMPIT – Masalah pergaulan bebas dan kenakalan remaja yang kian marak di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memicu respons normatif dari pihak legislatif.
Anggota Komisi III DPRD Kotim, Muhammad Ramadhana Rahman, menyatakan bahwa penanganan masalah ini bukan hanya menjadi beban satu instansi saja, melainkan tanggung jawab kolektif antara keluarga, sekolah, lingkungan, dan pemerintah daerah.
“Saya menilai bahwa pembinaan karakter, pendidikan moral, dan pengawasan terhadap anak-anak harus diperkuat kembali,” kata Ramadhana, Selasa, 19 Mei 2026.
Pihak sekolah diminta tidak hanya mengejar target akademik semata, tetapi juga wajib aktif melakukan pendampingan serta edukasi intensif mengenai bahaya nyata dari rokok, seks bebas, hingga ancaman narkoba.
Di tingkat keluarga, peran orang tua dinilai menjadi kunci utama sekaligus benteng pertama dalam menyaring pengaruh buruk luar.
Ramadhana berpesan agar para orang tua jangan sampai kehilangan komunikasi dengan anak-anak mereka, terutama di tengah gempuran teknologi informasi saat ini.
“Anak-anak kita jangan dibiarkan mencari jati diri tanpa arah di tengah pengaruh media sosial dan lingkungan yang semakin bebas,” tegasnya.
Selain lingkungan keluarga dan sekolah, Pemerintah Daerah (Pemda) Kotim juga didorong untuk mengambil peran aktif secara nyata. Pemda diharapkan hadir melalui program kepemudaan, serta memperbanyak kegiatan positif di bidang olahraga, seni, maupun keagamaan agar generasi muda memiliki ruang positif untuk berkembang.
Melalui pendekatan yang menyeluruh ini, Ramadhana mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak saling menyalahkan, tetapi bersama-sama menjaga generasi muda kita.
Ia mengingatkan bahwa nasib dan masa depan bangsa serta daerah berada di tangan generasi muda saat ini, sehingga kelengahan dalam mendidik mereka akan berbuah petaka di masa depan.
(SD/Erakalteng.com)





























