SAMPIT – Guna menghadapi ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang makin pekat pada sore hingga malam hari, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) menyiapkan sejumlah langkah strategis.
Pemkab fokus pada penanganan kesehatan warga serta pemadaman api dari udara.
Bupati Kotim, Halikinnor, mengonfirmasi bahwa pembagian masker gratis kepada masyarakat sudah mulai berjalan.
“Hari ini sudah ada pembagian masker melalui ambulans Dinas Kesehatan dan puskesmas,” kata Halikinnor saat dikonfirmasi mengenai langkah penanganan dampak asap.
Guna memastikan ketersediaan masker tetap aman, Pemkab Kotim siap melakukan pengadaan tambahan melalui alokasi dana Belanja Tidak Terduga (BTT).
“Kita akan pengadaan lagi karena ada dana BTT yang bisa digunakan untuk membeli masker. Apabila kondisinya semakin parah, kita akan bagikan masker lebih banyak,” tegasnya.
Selain penanganan dampak kesehatan, Pemkab Kotim juga bergerak cepat mengatasi kebakaran di area yang luas dan sulit dijangkau. Pemkab telah mengajukan bantuan penanganan karhutla melalui jalur udara kepada pemerintah pusat.
Halikinnor mengungkapkan bahwa bantuan tersebut sudah mulai terealisasi di lapangan.
“Kita sudah meminta water bombing dan saat ini sudah ada satu helikopter yang mangkal di Bandara H. Asan Sampit dan sudah melakukan pemadaman,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa bantuan armada udara masih akan bertambah dalam waktu dekat.
“Insyaallah dalam waktu dekat akan dikirim lagi dari BNPB pusat satu water bombing lagi, jadi rencananya ada dua di Kotim. Harapan kita, kebakaran yang jangkauannya jauh dan tidak bisa dijangkau pemadam darat bisa terbantu pemadamannya,” tutup Halikinnor.
(SD\Erakalteng.com)


































