SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus memperkuat langkah mitigasi dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Wakil Bupati Kotim, Irawati, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat, mengingat ancaman Karhutla yang dapat muncul sewaktu-waktu di wilayah tersebut.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah Kabupaten Kotim memastikan bahwa seluruh kecamatan kini telah membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA).
Keberadaan kelompok ini menjadi garda terdepan dalam menjaga wilayah masing-masing dari potensi ancaman kebakaran.
“Total Masyarakat Peduli Api sudah terbentuk di 17 kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur,” ujarnya, Kamis, 27 Agustus 2026.
Ia pun meminta kepada para camat agar menggerakkan secara aktif kelompok yang telah dibentuk tersebut.
“Para camat diminta menggerakkan kelompok yang telah dibentuk untuk melakukan pencegahan sekaligus membantu penanganan awal apabila terjadi kebakaran,” tegasnya.
Irawati menuturkan bahwa seluruh wilayah Kotim, baik perkotaan maupun perdesaan, menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
“Seluruh wilayah Kotim menjadi perhatian pemerintah daerah dalam penanganan Karhutla, baik di perkotaan maupun di perdesaan. Namun, kawasan perkotaan menjadi prioritas karena terdapat pemukiman padat, fasilitas publik, bandara, dan SPBU yang harus dijaga dari ancaman kebakaran,” jelasnya.
Selain peran MPA, pihak pemerintah daerah juga mengapresiasi dukungan dari sektor swasta dalam penanggulangan karhutla.
“Kami bersyukur sejumlah perusahaan sudah membantu pemadaman di desa-desa yang sulit dijangkau Satgas Karhutla Kabupaten. Kami berharap keterlibatan MPA ini dapat dilakukan cepat sehingga kebakaran tidak meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi masyarakat,” pungkas Irawati.
(SD/Erakalteng.com)


































