Dapatkan Informasi dan Berita Seputar Kalimantan Tengah Terkini hanya di eraKalteng.com

Penguatan Nilai Pancasila Jadi Tantangan Nyata Generasi Muda di Era Globalisasi

SAMPIT – Momen Hari Lahir Pancasila harus menjadi pijakan penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk merekatkan kembali rasa persatuan.

Anggota DPRD Kotim, Riskon Fabiansyah menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah momentum krusial untuk menjadikan Pancasila sebagai pemersatu bangsa di tengah berbagai tantangan modern.

Namun, perhatian besar kini tertuju pada dinamika generasi muda saat ini. Pihak legislatif menyoroti adanya tantangan serius berupa penurunan pemahaman serta pengamalan nilai-nilai luhur Pancasila di kalangan pelajar.

Kondisi ini dinilai memerlukan perhatian dan penanganan segera agar kepribadian bangsa tidak luntur.

“Terkait untuk pemahaman, pengamalan nilai-nilai Pancasila yang ada di generasi muda, khusus juga di sekolah, ini salah satu menjadi tantangan tentunya oleh pemerintah daerah, lebih-lebih untuk teknis Dinas Pendidikan,” ujarnya, Senin, 1 Mei 2026.

Ia juga merefleksikan bagaimana pola pendidikan moral pada masa lalu, seperti adanya penataran P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila).

Menurutnya, satuan pendidikan saat ini perlu diberikan ruang yang lebih luas untuk membekali anak didik agar mampu menghayati sekaligus mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Kemajuan teknologi dan arus informasi di era globalisasi membawa dampak ganda. Di satu sisi memberikan kemudahan, namun di sisi lain memicu terjadinya degradasi nilai-nilai mendasar, mulai dari nilai ketuhanan, kemanusiaan, keadilan sosial, hingga kemerosotan moral di kalangan remaja,” jelasnya.

Riskon mengingatkan bahwa tanpa adanya filter dan benteng yang kuat dari nilai-nilai Pancasila, kemajuan teknologi justru bisa menjadi bumerang. Padahal, para generasi muda inilah yang tengah dipersiapkan untuk menjadi calon-calon pemimpin masa depan yang akan menentukan arah bangsa.

(SD/Erakalteng.com)