KUALA KURUN – Pelaksanaan nonton bareng (nobar) partai final piala dunia 2026, yang mempertemukan timnas Spanyol melawan Argentina, akan digelar di Taman Kota Kuala Kurun, pada Senin (20/7/2026) pukul 01.30 WIB. Suasana nobar diperkirakan akan berlangsung meriah.
“Bagi warga yang akan nobar, saya mengimbau agar menjaga keamanan, ketertiban, serta menghormati perbedaan pilihan timnas. Euforia sepak bola tidak boleh mengalahkan semangat persatuan,” jelas Anggota DPRD Kabupaten Gumas Evandi, Jumat (17/7/2026).
Dalam nobar nanti, jangan sampai ada ucapan ataupun tindakan dari penonton yang dapat memicu perpecahan atau mengganggu persatuan dan kesatuan. Warga datang untuk menikmati pertandingan dan mempererat kebersamaan.
“Mayoritas masyarakat menyukai sepak bola dan Piala Dunia selalu jadi tontonan yang dinantikan. Nobar seperti ini bisa menjadi ajang silaturahmi warga,” terangnya.
Dia juga mengapresiasi langkah dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gumas yang menggelar nobar final secara gratis. Sepak bola merupakan olahraga yang sangat digemari, sehingga kegiatan tersebut menjadi ruang kebersamaan sekaligus hiburan bagi warga.
“Saya sangat mengapresiasi pemkab karena sudah memfasilitasi warga untuk menyaksikan laga final piala dunia 2026,” kata Politisi Partai NasDem ini.
Namun demikian, dia berharap penyelenggaraan nobar tidak hanya dilakukan pada partai final. Ke depan, kegiatan serupa sudah dimulai sejak babak penyisihan, agar antusias warga bisa terakomodasi lebih maksimal.
“Sebenarnya saya berharap nobar itu dimulai sejak babak penyisihan. Tapi tidak apa-apa, lebih baik ada daripada tidak sama sekali,” jelasnya.
Saat laga final nanti, dia mengakui sudah memiliki memiliki tim jagoan yang diyakini akan dapat keluar sebagai juara dunia pada edisi kali ini.
“Saya menjagokan Argentina keluar sebagai juara piala dunia. Tidak ada alasan, pokoknya saya tetap Argentina,” katanya sembari tertawa.
Dia juga berharap, suatu saat Indonesia tidak lagi hanya menjadi penonton di ajang Piala Dunia, tetapi mampu tampil sebagai peserta, sehingga seluruh rakyat dapat memberikan dukungan kepada tim nasional sendiri.
“Setiap piala dunia, bendera negara lain berkibar di Indonesia karena memang timnas belum pernah lolos. Kami berharap di edisi berikutnya, Indonesia bisa tampil di Piala Dunia,” tutupnya.
(ham/erakalteng)
































