Dapatkan Informasi dan Berita Seputar Kalimantan Tengah Terkini hanya di eraKalteng.com

Optimisme Bupati Halikinnor pada Pembangunan Sekolah Rakyat di Kotim, Siap Tampung Siswa Kurang Mampu

SAMPIT – Pemerintah Daerah Kotawaringin Timur (Kotim) menyatakan rasa syukur dan apresiasinya atas progres pembangunan proyek Sekolah Rakyat di wilayah mereka.

Bupati Kotim, Halikinnor, menilai proyek ini menunjukkan capaian yang sangat positif dan berjalan sesuai dengan target yang telah ditentukan oleh pihak manajemen lapangan.

Berdasarkan laporan dari General Manager proyek, pembangunan ini berjalan sangat cepat berkat dedikasi ratusan pekerja yang dikerahkan.

Tercatat ada sekitar 65 karyawan serta 1.200 tenaga tukang yang dilibatkan dalam proyek ini. Mereka bekerja siang dan malam dengan menggunakan sistem giliran (shift) demi memastikan target waktu tercapai.

Sejauh ini, jalannya pembangunan dilaporkan sangat lancar tanpa adanya kendala yang signifikan.

Halikinnor menyampaikan bahwa tidak ada hambatan berarti yang dapat menunda atau mengganggu jalannya konstruksi. Hasil pengerjaan pun sudah mulai terlihat, salah satunya pada ruang kelas contoh yang sudah memasuki tahap penyelesaian (finishing).

“Tadi disampaikan ada jalan masuk Lingkar Utara, itu yang masih mungkin perlu perbaikan. Nanti saya instruksikan Dinas PU untuk mencek itu dulu, mana yang bisa dibantu, ditanggulangi,” ujar Halikinnor saat meninjau akses infrastruktur pendukung yang masih memerlukan perbaikan di kawasan tersebut, Senin, 22 Juni 2026.

Kehadiran Sekolah Rakyat ini dipastikan akan membawa dampak besar bagi masyarakat, khususnya bagi warga yang kurang mampu secara ekonomi.

Fasilitas yang disediakan di sekolah ini dirancang dengan sangat baik dan lengkap, mulai dari ruang kelas yang representatif hingga fasilitas penunjang lainnya untuk memastikan kenyamanan proses belajar-mengajar.

Melalui program ini, Halikinnor berharap tidak ada lagi anak-anak di Kotim yang putus sekolah karena kendala biaya.

“Kita bersyukur tidak ada lagi alasan anak-anak Kotim yang tidak sekolah karena tidak mampu. Karena di sini ditampung, bahkan ditanggung biaya sepenuhnya sampai selesai,” tegasnya.

(SD/Erakalteng.com)