SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diminta untuk segera mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diprediksi makin meningkat.
Hal ini seiring dengan peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai puncak cuaca ekstrem yang berlangsung cukup panjang hingga bulan September.
Anggota Komisi III DPRD Kotim, Syahbana, menegaskan pentingnya langkah preventif sejak dini dari seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, kondisi cuaca yang sangat kering menjadi pemicu utama cepat meluasnya kobaran api di kawasan vegetasi yang rawan.
“Yang jelas untuk kebakaran ini cuaca kita sangat ekstrem, sesuai dengan prediksi BMKG bahwa puncaknya ada di bulan September dan ini cukup panjang. Sehingga kita perlu mengantisipasi terkait dengan kebakaran ini,” ujar Syahbana, Rabu, 29 Juli 2026.
Guna meminimalkan risiko tersebut, Syahbana mengimbau instansi terkait seperti Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) serta BPBD Kotim untuk memperketat pengawasan.
Kolaborasi antar-lembaga dinilai menjadi kunci utama dalam meredam potensi bencana tahunan ini.
“Kita menghimbau kepada Dinas Damkar, BPBD, dan juga pihak-pihak terkait untuk bagaimana mencegah kebakaran ini dengan memberikan imbauan-imbauan kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan,” lanjutnya.
Ia juga mengingatkan hal-hal kecil yang sering diabaikan namun berdampak fatal, seperti kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan.
“Kita minta menjaga orang-orang tertentu untuk tidak membuang rokok sembarangan, karena dampak dari kebakaran ini tentu memiliki asap yang cukup tebal hingga berdampak pada aspek kesehatan masyarakat,” tegas Syahbana.
(SD/Erakalteng.com)

































