SAMPIT – Anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Riskon Fabiansyah, menekankan pentingnya peran sekolah dalam memberikan motivasi kepada para siswa agar tidak ada lagi anak yang mengalami putus sekolah.
Hal tersebut disampaikannya usai bertindak sebagai pembina upacara dalam rangka motivasi siswa-siswi di SMK Negeri 4 Sampit.
“Pagi tadi kami mewakili Komisi 3 DPRD Kabupaten Kotim diminta untuk menjadi pembina upacara dalam rangka memberikan motivasi kepada siswa-siswi yang berada di sana, agar supaya tidak ada lagi siswa-siswi kita yang putus sekolah,” ujar Riskon, Selasa, 4 Agustus 2026.
Menurut Riskon, pemerintah dari tingkat daerah hingga pusat pada dasarnya telah menyiapkan berbagai macam regulasi dan program bantuan pendidikan. Kebijakan ini dirancang secara khusus untuk membantu keluarga yang kurang mampu agar para siswa tetap dapat melanjutkan pendidikannya.
“Ketentuan untuk melanjutkan pendidikan di setiap satuan pendidikan itu sudah diatur oleh pemerintah daerah terkait untuk kebutuhan siswa-siswi yang tidak mampu, baik itu melalui jalur afirmasi dan lain-lain. Di Pemkab Kotim sendiri sudah menganggarkan untuk beasiswa bagi siswa tidak mampu di program Gerbang Mentaya,” jelasnya.
Selain di tingkat kabupaten, fasilitas bantuan pendidikan juga didukung oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah maupun pemerintah pusat. Keberadaan berbagai program bantuan ini diharapkan dapat menutup celah alasan ekonomi dalam mengakses pendidikan.
“Di provinsi juga demikian, sudah ada fasilitasi untuk beasiswa Kalteng Berkah, pun di pusat juga sudah ada untuk Kartu Indonesia Pintar. Dengan adanya fasilitas ini, kita berharap tidak ada lagi alasan anak-anak kita terkendala biaya untuk sekolah,” pungkas Riskon.
(SD/Erakalteng.com)


































