Dapatkan Informasi dan Berita Seputar Kalimantan Tengah Terkini hanya di eraKalteng.com

DPRD Menilai Sekolah Rakyat Menjadi Instrumen Peningkatan Kualitas SDM

FOTO : Anggota DPRD Kabupaten Gunung Mas Sahriah.

KUALA KURUN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Sahriah menilai, kehadiran sekolah rakyat bukan hanya sekedar menghadirkan fasilitas pendidikan bagi masyarakat yang kurang mampu, tapi menjadi langkah strategis dari pemerintah dalam memutus mata rantai kemiskinan, melalui upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Program sekolah rakyat merupakan kebijakan yang berpihak ke masyarakat. Anak-anak dari keluarga prasejahtera kini memiliki kesempatan yang sama untuk peroleh pendidikan berkualitas. Ini merupakan investasi besar mencetak generasi unggul sekaligus memutus rantai kemiskinan antar generasi,” ucap Sahriah, Senin (3/8/2026).

Dia mengatakan, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan arah dari pembangunan daerah pada masa depan. Untuk itu, sekolah rakyat harus terus dikawal agar tidak hanya sukses di tahap awal saja, tetapi juga berkelanjutan dengan kualitas pendidikan yang semakin baik.

“Kami mengapresiasi sinergi pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten (pemkab), karena berhasil menghadirkan sekolah rakyat permanen yang bisa memberi layanan pendidikan secara terpadu, mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA,” terangnya.

Dia menuturkan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari berdirinya gedung sekolah atau jumlah peserta didik yang diterima. Tapi yang lebih penting adalah kualitas proses pembelajaran, pembentukan karakter, kompetensi para tenaga pendidik, hingga keberhasilan lulusan dalam meraih masa depan yang lebih baik.

“Kami dari DPRD akan terus mengawal program ini agar mendapat dukungan anggaran, peningkatan fasilitas serta penguatan kualitas tenaga pendidik. Sekolah rakyat harus benar-benar menjadi pusat lahirnya generasi yang cerdas, berkarakter, mandiri dan mampu bersaing,” tuturnya.

Politikus Partai Gerindra ini juga mengajak seluruh orang tua untuk berperan aktif mendampingi proses pendidikan anak. Keberhasilan pendidikan itu tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun sekolah, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

“Orang tua harus menjadi mitra sekolah. Dukungan keluarga akan memperkuat semangat belajar anak, sehingga tujuan menghadirkan pendidikan yang berkeadilan benar-benar dapat terwujud,” jelasnya.

Sebelumnya, telah dimulai open house dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di tahun Ajaran 2026/2027 Sekolah Rakyat Terintegrasi 54 Gunung Mas. Kegiatan ini sebagai ajang perkenalan lingkungan, fasilitas, dan sistem belajar bagi calon peserta didik serta orang tua.

“Saya menyambut baik kegiatan MPLS ini, karena akan memberikan pemahaman yang baik dan benar, agar peserta didik baru dapat cepat beradaptasi, mengenal para guru, teman dan peraturan sekolah dengan gembira tanpa ada perundungan,” ujar Bupati Gumas Jaya Samaya Monong.

Dia menambahkan, pelaksanaan pembukaan MPLS ini bisa sebagai fondasi adaptasi peserta didik baru, tumbuhkan rasa empati dan kebersamaan, kenalkan tata tertib serta kehidupan berasrama dan samakan titik awal belajar tanpa memandang latar belakang sosial.

Selanjutnya, juga merupakan sarana komunikasi langsung untuk melihat perkembangan kemajuan belajar peserta didik baru, sekaligus menumbuhkan harapan baru bagi keluarga kurang mampu.

(ham/erakalteng)